Pada tanggal 21 hingga 23 Desember aku mengikuti kegiatan ESQ (Emosional Spritual Quontient) yang diadakan oleh LPMP. kegiatan ini bertemakan Peduli Pendidikan. Sesuai dengan temanya tersebut peserta dari kegiatan ini berasal dari kalangan pendidikan, seperti guru, pengawas, dan kepala sekolah yang berasal dari 3 kota, yaitu Banjarmasin, Banjarbaru, dan Martapura.
Kegiatan ini pada intinya untuk menyadarkan kita sebagai manusia yang jauh dari Allah dalam kehidupan sehari-harinya, misalnya ketidakjujuran, ibadah yang Senin-Kamis, mengejar kekayaan dan popularitas yang membabibuta dan masih banyak lagi. Dan kegiatan penyadaran ini membuat banyaknya air mata yang tumpah. Saya tidak tahu apakah airmata itu keluar karena memang adanya kesadaran yang timbul ataukah hanya sekadar ikut-ikutan karena takut dicap banyak dosa dan hati yang berkarat.
Dari sesi kegiatan yang dilakukan ada permainan-permainan. semua permainan itu sebenarnya melatih kejujuran. Misalnya, Permainan meniup balon. Permaainan dimulai dengan meniup balon oleh seluruh peserta lalu balon tersebut dilepas. pada saat balon tersebut jatuh, si pemilik balon harus segera mengambilnya dan meniupnya kembali di tempat balon jatuh kemudian melepaskannya kembali. kegiatan ini dilakukan berulang-ulang hingga balon tersebut dan si pemiliknya mencapai garis finis. dari permainan tersebut saya amati hampir seluruh peserta tidak jujur. Hal ini dilihat pada saat balon jatuh para peserta tidak hanya mengambil balon tersebut dan meniupnya, tetapi mereka sambil berjalan sehingga mereka cepat sampai di finis. Permainan berikutnya adalah menahan nafas. sebenarnya permainan ini hanya mengingatkan kita bahwa kita tidak dapat hidup tanpa oksigen yang oleh Allah diberikan kepada manusia secara gratis. namun, manusia banyak yang tidak bersyukur atas hal tersebut. yang menarik dari permainan ini adalah masih adanya ketidakjujuran di antara peserta. pada permainan ini peserta disuruh mengangkat tangan dan menahan nafas selama mungkjin, namun apabila tidak tahan peserta bisa menurunkan tangannya dan dipersilakan brnafas kembali. Pada kegiatan ini saya hanya dapat bertahan dihitungan kedua puluh. Pada hitungan tersebut saya menurunkan tangan dan bernafas kembali. dalam suasana yang hening dan remang-remang saya melihat dan mendengar orang-orang di sekitar saya masih mengangkat tangannya, tetapi terdengar helaan nafasnya. ternyata menciptakan kejujuran tersebut sangat sulit!
Selain melatih kejujuran, kegiatan ESQ juga melatih kerjasama dan disiplin. Disliplin yang dimaksud adalah sesuai aturan. pada hari ketiga para peserta disuruh perpasang-pasangan yang syaratnya seusia danĀ tidak saling mengenal. dalam kegiatan ini saya perpasangan dengan seseorang yang sudah saya kenal. lalu saya meminta seorang ibu yang duduk di sampingku untuk bertukar tempat duduk untuk memenuhi syarat yang ada. tapi, ternyata ibu terebut tidak mau pindah karena katanya ia tidak kenal dengan pasangannya. namun, saya coba jelaskan bahwa apabila kita bertukar maka bukan saj ibu tersebut tidak saling kenal tetapi juga saya, sehingga syarat tersebut dapat terpenuhi. namun, ibu tersebut tetap tidak mau pindah karena katanya oramng-orang tiodak tahu juga kita saling mebngenal atau tidak. Ya, Allah hingga hari terakhir ternyata apa yang telah mereka tumpahkan air mata selama 2 hari tidak membekas sedikitpun.


