Pada tanggal 8 November 2007 (pertemuan ke-2) pembuatan rencana pembelajaran untuk kelas VIII semester 1. Kompetensi Dasar yang dipilih adalah Bermain peran dengan improvisasi sesuai dengan kerangka naskah yang ditulis siswa. Indikator yang ingin dicapai ada 3, yaitu siswa mampu (a) menentukan tokoh-tokoh yang akan dilakkankan; (b) menentukan kata-kata atau hal yang akan dibicarakan dalam pelakonan (membuat kerangka naskah); dan (c) melakonkan kerangka naskah dengan improvisasi.
Pada tanggal 15 November 2007 (pertemuan ke-3) diadakan peer teaching untuk melihat kekurangan dan kelebihan rancangan yang dibuat. Dalam peer teaching ini ditemukan beberapa masalah, seperti kurangnya pemberian reward oleh guru, awal pembelajaran LKS jangan dibagikan terlebih dahulu karena akan mengganggu komunikasi guru dengan siswa, ilustasi sebagai acuan membuat kerangka naskah harus dibagikan kepada kelompok yang menilai, harus ada teguran dari guru untuk siswa yang tidak terlibat dalam pembelajaran, pemodelan yang dilakukan guru harus mengarah pada penggalian informasi pengertian improvisasi dan hal-hal yang terkait di dalamnya seperti, kesesuaian dengan ilustrasi, pelafalan, mimik, gerak, intonasi, dan kejelasan suara. Seluruh kelompok harus menampilkan improvisasi di depan kelas, bukan beberapa kelompok. Pada saat refleksi, kesimpulan jangan dibuat oleh guru, tetapi siswa.
Pada tanggal 22 November 2007 (pertemuan ke-4) memperbaiki rencana pembelajaran berdasarkan refleksi pada pertemuan ke-3. selain itu, juga memperbaiki LKS dan format penilaian.
Pada tanggal 6 Desember 2007 (pertemuan ke-5) diadakan Do bertempat di SMPN 1 Banjarbaru, tepatnya di Ruang Laboratorium Bahasa. Kelas yang digunakan dalam kegiatan ini adalah VIIIF, pada jam ke-5 dan 6, yaitu sesuai dengan pembelajaran di kelas tersebut. Siswa dibagi dalam 10 kelompok Ada 2 kelompok terdiri atas 5 orang dan 8 kelompok terdiri atas 4 orang. Pada awal pembelajaran guru menyampaikan kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan. Selanjutnya, guru menuliskan kata Pengemis di papan tulis dan guru melakonkan seorang pengemis dengan bantuan seorang siswa sebagai orang yang dimintai uang. Siswa kemudian diajak untuk menilai dari pelakonan guru tersebut sehingga siswa menemukan konsep improvisasi dan unsur-unsur pelakonan, seperti kesesuaian dengan ilustrasi, pelafalan, mimik, gerak, intonasi, dan kejelasan suara. Selanjutnya, guru membagi LKS dan membagikan ilustrasi pada tiap kelompok untuk dilakonkan siswa. Setelah 30 menit berdiskusi, siswa disuruh menampilkan pelakonan di depan kelas dengan terlebih dahulu mengumumkan urutan kelompok siswa yang maju. Pelakonan dilakukan sekitar 20 menit dengan masing-masing kelompok menampilkan 2 hingga 3 menit.
Refleksi diadakan setelah pembelajaran berakhir. Adapun temuan yang didapat dalam refleksi adalah (a) siswa belajar apabila diajak oleh guru dan teman, ada sesuatu yang dikerjakan (tugas) oleh siswa, keaktifan siswa meningkat jika diberi reward (verbal/ nonverbal).(b) siswa tidak belajar apabila tidak diajak oleh guru dan siswa, siswa yang tidak menilai tidak memperhatikan penampilan temannya, penilaian yang dituliskan di papan tulis memungkinkan kelompok lain yang belum menuliskan hasil penilaiannya mengubah nilai yang sudah mereka tulis di lembar penilaian, (c) hal yang dapat diperoleh dari kegiatan ini adalah (a) Seluruh siswa disuruh menilaia sehingga semua memperhatikan kelompok yang tampil, (b) siswa diberi arahan untuk bekerjasama, (c) nilai yang ada di tiap kelompok segera dikumpulkan dan guru yang menuliskan, (d) siswa sesering mungkin diamati, dan (e) setiap siswa dalam kelompok yang tampil dinilai dan nilainya digambung dengan nilai teman yang lain lalu dibagi jumlah siswa yang menilai. Untuk mendapatkan nilai kelompok adalah dengan menjumlah nilai yang diperoleh tiap orang dalam kelompok Llu dibagi dengan jumlah anggota kelompok.
Kegiatan Lesson Study Bahasa Indonesia
February 8, 2008 by nana69


