Kisah ini adalah sepenggal catatan yang terjadi di bulan Ramadhan beberapa waktu lalu (2007). kisah ini terjadi pada hari Kamis (saya lupa tanggalnya). Hari itu merupakan hari yang cukup padat kegiatan bagiku. Pagi hari kamis itu aku ada kegiatan Lesson Study di LPMP. kegiatan ini berlangsung hingga sore hari dengan waktu istirahat hanya digunakan untuk shalat Zuhur dan Ashar. Waktu untuk makan siang ditiadakan karena bulan puasa. Sebelum saya berangkat ke LPMP, pagi-pagi sekali aku ke pasar terlebih dahulu karena bahan kebutuhan pokok di rumah mulai habis. Setelah dari pasar, aku langsung pergi ke LPMP. saat menuju LPMP, mataku sempat melihat jarum yang menunjukkan keadaan bensin di kendaraan. Di sana tampak jarum sudah menunjukkan ke bagian tanda merah yang artinya bensin hampir habis. Aku berniat untuk membeli bensin di jalan, tetapi sepanjang jalan yang kulalui menuju LPMP tidak ada ornag yang jual bensin. Setiba di LPMP niatku untuk membeli bensin terlupakan karena asik mengikuti kegiatan Lesson Study.
Tepat jam 13.00 jam istirahat untuk shalat, aku pulang ke rumah. Kawan-kawan peserta diklat ada yang shalat Di LPMP. Aku tidak shalat di LPMP, tetapi aku pulang ke rumah karena harus menyediakan makan siangĀ untuk anak-anakku. Saat aku pulang ke rumah, aku masih lupa dengan niatku untuk mengisi bensin . Tepat jam 13.45 aku kembali ke LPMP dan aku tetap lupa dengan bensin kendaraanku. Saat jam menunjukkan pukul 16.00, aku permisi pulang sebentar karena mau mengantar anak-anak les. lalu aku pulang dan langsung mengantar anak-anak ke tempat les. Saat perjalanan pulang dari mengantar anak-anak, di tengah jalan saya melihat seorang ibu yang membawa begitu banyak barang. ibu itu terlihat kelelahan membawa barang apalagi ditambah sinar matahari yang begitu terik.Di saat itu timbul keinginan untuk membawa ibu itu, seperti kebiasaanku apabila bertemu dengan seseorang (asal perempuan) yang pulang searah akan aku bawa. lalu aku berhenti di samping ibu tersebut dan dia menoleh. Kutanya tujuan ibu itu. Ternyata ibu itu mau pulang ke rumah yang letaknya di daerah pesantren Darul Hijrah. Lalu ibu itu kuajak agar ikut denganku. awalnya ibu itu menolak karena saat ibu itu bertanya letak rumahku dan aku jawab di Balitan IV, ibu itu merasa tidak satu arah. Saat dialog itu terjadi mataku tak sadar melihat jarum bensin. Waaahhh….betul-betul warning, bensinku betul-betul mau habis. Timbul pertentangan dalam diriku. apakah aku akan menolong ibu itu, tetapi akan pulang dengan mendorong kendaraan. Ataukah tidak jadi menolong ibu itu dengan perasaan yang sedih melihat keadaan ibu. lalu aku ambil pilihan pertama. Sekitar 15 menit perjalalan ibu itu sampai di temapt tujuan. ibu itu menawarkan aku untuk mampir di rumahnya, namun aku tolak dengan alasan aku masih ada keperluan lain. Sebelum aku menjalankan kendaraan, aku melirik kembali keadaan bensin kedaraan. Allahuakbar…Subhanallah…. aku kaget setengah mati. jarum bensinku tidak lagi menunjukkan di tanda merah, tetapi bergeser ke atas sekitar 2 milimeter ke bagian tanda hitam. ini menunjukkan bensin yang ada dikendaraanku masih cukup banyak. Lalu kupergi dengan perasaan yang begitu campur aduk. sepanjang jalan kuucapkan istigfhar. Ya Allah terima kasih, ternyata balasannya langsung kauberikan. Semoga dengan kejadian ini iman dan ketakwaanku kepada-Mu ya ALlah semakin bertambah. Amiin.


